Kopdar, Tambah Teman, Mempererat Persaudaraan

kopdar
Bagi anggota sebuah kelompok, grup, atau organisasi, pasti ada saatnya mengadakan pertemuan atau berkumpul seluruh anggota. Demikian pula grup atau klub motor yang masih eksis seperti CB, Tiger atau motor yang baru macam vixion dengan Vixion Club Indonesia, termasuk CS1 dengan HCST. HCST ini di berbagai daerah punya grup yang lebih kecil dengan Chapter-chapternya. Bayangkan jika di tingkat kabupaten/kota tiap chapter punya 100 anggota terus ketemuan se-wilayah propinsi terus berkumpul seluruh Indonesia. Wow!
Bulan kemaren Honda mengadakan even tahunan ajang berkumpulnya berbagai biker Honda di Pantai Pandawa Bali 29-30 Nopember 2014 dengan sebutan Honda Biker Day, betapa serunya. Ada juga tiap klub motor mengadakan even tersendiri, tentu saja even-even seperti bisa dibilang tidak akan sering dalam satu tahunnya. Bisa saja bergantian tiap wilayah yang mengadakan dengan mengundang wilayah lainnya yang terdekat. Seperti yang akan dilakukan oleh Grup Kita ini. Di Garut diadakan se-Jawa Barat dan Banten sedangkan di Trenggalek diadakan se-Jawa Timur. Mau ikutan? boleh saja ikutan dengan menghubungi panitia.
Kalaupun tidak bisa ikut acara besar seperti tersebut diatas, No problem, para rider anggota grup tetep bisa berkumpul di wilayahnya masing-masing tiap minggunya. Biasanya kita menyebutnya kopdar=kopi darat. Minimal seminggu sekali bisa ketemuan dengan sesama penunggang kuda besi, bisa saling share kendaraan, update informasi permotoran, dan tentu saja yang paling penting adalah jadi tambah teman. Semakin erat pertemanan jadi seerat persaudaraan, keren kan?
Kopdar? Ayo saja, hubungi chapter didaerah kamu ya.

Keep brotherhood, saluute.

Advertisements
Posted in CS1, Even Honda, Grup CS1, Kopdar CS1 | 1 Comment

Gabung Grup, Biar Gak Ketinggalan Info

hcsti

Honda CS1 sudah resmi discontinued mulai 2014. Menurut media nasional, juga bocoran-bocoran dari blog-blog ternama akan ada pengganti dari si CiS1 ini namun Full Model Change. Itu berarti akan berbeda dengan CS1 saat ini. Menyiasati hal ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan para CS1 Owner aka Cysers untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang diakibatkan berhentinya produksi sang tunggangan. Biasanya suatu produk yang telah resmi dihentikan produksinya masih akan dijamin tersedia suku cadangnya selama tujuh tahun kedepan oleh produsen, walaupun untuk mendapatkannya kadang harus menunggu berlama-lama dalam inden. Beberapa owner kadang melakukan modifikasi part yang sejenis atau mirip komponen untuk bisa dipasang di CS1. Bisa juga menjadi langganan bengkel tertentu terdekat yang punya spesialisasi terhadap si CiS1 atau menjadi anggota dari grup motor ini. Grup apa saja, yang perting berkaitan dengan CS1 asal tidak melanggar hukum.
Keanggotaan dalam grup tak harus yang berbayar, atau yang punya aturan ketat terhadap anggota. Intinya pilih yang mudah saja bagi kita, tapi tetap mendapatkan manfaatnya. Kita bisa gabung dengan grup resmi honda untuk motor ini yakni hcsti di http://hcstindonesia.blogspot.com/ atau gabung langsung didarat bersama kopdar chapter-chapter hcst daerah setempat. Karena grup ini resmi, otomatis keanggotaannya harus mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.
Bagaimana dengan grup yang lebih fleksibel, boleh mencoba bergabung lewat sosial media. Bisa lewat memfollow akun twitter HCSTI di http://twitter.com/HCSTI atau bergabung chapter-chapter terdekat, searching saja. Bisa juga lewat grup-grup facebook, kalo yang ini banyak dan bejibun. Tinggal pilih saja. Ada HCST – Honda City Sport One Team http://www.facebook.com/groups/53908047059/ Honda CS1 “The Top City Ride” http://www.facebook.com/groups/91959061709/ atau HONDA CS1 CLUB http://www.facebook.com/groups/125942910808110/ atau Cysers Solution http://www.facebook.com/groups/cysers/ Mudah saja bukan?
Selanjutnya kembali ke diri cysers masing-masing, silahkan bergabung, dan memanfaatkan forum yang ada untuk berbagi informasi, bertanya mengenai tungangan atau sedang mencari part yang sulit ditemukan? Share saja, dijamin teman-teman dalam grup tersebut merespon. Salam Cysers, keep solid.., keep unity…

Keep Safety Riding

Posted in Grup CS1 | Tagged , , | 2 Comments

Sensasi My CiS1

my CS1
Waktu berlalu dan hari pun berganti. Sedari setahun lebih yang lalu menjadi tungganganku si genre CS12A1RR aka CS1 cosmic black 2012 menemani kemanapun mengaspal. Tak terasa sudah sebegitu lama ya, dan selama itu pula mempertahankan keperawanan alias standar ting-ting alias no modif. Selalu memberinya Pertamax tak jarang malah Pertamax Plus biar keren, servis rutin di AHASS tepat waktu (kan masih gratis) dan ganti oli sesuai periode waktu. Terjadwal deh.
Selama itu pula my CiS1 pun kagak bikin ribet pengendaranya. Diajak kemanapun ok-ok saja. si CiS1 yang diimpor langsung dari Jakarta, memang baru diterima seminggu setelah Nomorr Polisi ada dan mulai inreyen hampir 100 km dengan jalur rumah menuju kantor pp saja. Setelah odometer lewat 100 km mulai dicoba di jalanan lurus Pacekulon sampai Embat-embat (Nganjuk) dan cuma dapat 116 kpj, tidak mengesankan. Diajak menikung cepat jalur Gringging (Kediri) menuju Pace (Nganjuk) memang enak banget. Termasuk mendaki bukit berdua sama istri menuju Air merambat Roro Kuning sampai indikator panas menunjuk enam bar (full bar) sepertinya ridernya yang belum klop sama kendaraanya nih.
Lewat 500 km setelah serrvis periodik pertama (sekaligus ganti oli gratisan MPX1) dicoba dilarikan berboncengan dengan adik menuju Surabaya, lumayan kencang dijalan bersekat Jombang – Mojokerto. Mulai disini semakin mengerti seperti apa motor satu ini. Kencang sih larinya, tapi banyak juga minumnya. Dengan perbandingan 1 : 35 dengan kecepatan yang tak pernah turun dari 90 kpj mungkin masih dalam batas keborosan yang bisa dimaklumi, berdua lagi atau membawa beban lebih dari 110 kg. Dilanjut kota-kota menikmati malamnya Surabaya tak menjadi masalah. Semakin menganal CS1 yang kurang responsif di kemacetan kota, sepertinya genre Honda satu ini tidak cocok untuk Stop and Go. Perjalanan dilanjut ke Area Lumpur Lapindo Sidoarjo, memutari Kota Sidoarjo kemudian menuju Krian untuk istirahat. Sembari pijit-pijit (maaf) pantat, karena rasa tak nyamannya pantat duduk di atas jok CS1 berlama-lama. jok yang keras tentu ini menjadi catatan tersendiri. Esoknya pulang menuju Nganjuk, dijalanan mencoba head to head dengan motor lain sekelas dijalanan Mojokerto – Jombang. Ternyata mumpuni juga powernya, dengan berboncengan masih mampu meng-overtake Revo single rider yang pengendaranya sampai njengking-njengking menunduknya, adikku malah ngece pakai mengayuhkan kaki, hehe piss (not suggest to try this). Dicoba juga dengan single Jupiter Z dan Vega R ternyata masih mampu jabanin di trek lurus. Dari Kertosono dijajal sama SupraX125, sama-sama berboncengan CS1 kalah selepas lampu merah, baru bisa menyalip setelah masuk jalanan lurus panjang, dilewati dan tak terkejar. Sampai Baron dicoba oleh pengendara Blade yang ngotot, tetep CS1 kurang sip diputaran bawah, harus menunggu jalanan lurus dan treknya panjang.
Sehari-hari jalanan lurus sepanjang 1,9 km dari rumah menuju kantor adalah tempat olahraga si CiS1. Sembari menyelami kemampuan motor ini dan menyesuaikan gaya berkendara yang lebih pas. Biasanya pulang ngantor,betot gas selepas lampu merah, ngetes kecepatan, dana hasilnya masih standaran. dibatasi limiter CDI, gigi 1 32 kpj, gigi 2 66 kpj, gigi 3 93 kpj, gigi 4 112 kpj dan gigi 5 mencapai 116 kpj sudah dibatasi limiter jalan. Disinyalir gaya berkendaranya masih belum pas dengan karakter motor.
Selepas 1000 km CS1 kembali diajak mengaspal agak jauh, kali ini bersama keluarga kecilku. Menuju Kota Angin Nganjuk si CiS1 diajak melaju pelan dikisaran 40-60 kpj. Ternyata perbedaanya signifikan dengan saat berteriak di putaran atas dalam hal konsumsi BBM. Meski beban tiga orang satu liter BBM mampu menempuh hingga lebih kurang 50 km. Pelajaran yang dapat diambil adalah mau irit? jangan ngebut!
Si CiS1 kembali melakukan perjalanan saat lebaran. Setelah servis berkala yang kedua (2000 km) dan ganti oli, diajak jalan menuju Sidoarjo. Bersama istri dan anak, menyusuri jalanan halus, lurus, lebar bersekat serasa menaiki sedan (byuh bandingannya). Ya begitulah, istriku mau tak mau mengakui ini, hehe. Daripada uang yang sama dibelikan mobil keluarga lawas macam minibus, ya kalo pas sehat kalo mogok ditengah jalan. Wah? Demikian pula sebaliknya pas balik ke Kediri, merka tak sadar diajak lari kencang sama si CiS1. Beberapa kali aku harus mengingatkan karena mereka terlena nyamannya CiS1 samapi terkantuk-kantuk. Kalo sudah begitu jangan teruskan, rider maupun boncenger kalo mengantuk sama saja bahayanya. Segelas Es Oyen didepan Universitas Darul Ulum jombang bisa buat mengademkan mata lagi. Boleh dicoba ya.
Lebih dari 3000 km mengaspal bersama, merasa sudah padu dengan tunggangan. Beberapa kali mencoba dijalanan depan rumah dengan memaksimalkan gigi empat si CiS1, sampai limiternya. Mencoba tanpa pakai gigi lima. Hasilnya gigi empat anatara 114 kpj hingga maksimal 116 kpj. Setelah merasa 116 kpj adalah kecepatan limiter di gigi empat, ngetes di Nganjuk, begitu kondisi memungkinkan. Ternyata bisa sampai 119 kpj di gigi lima. Mungkin itu yang paling tinggi tercapai di kondisi CiS1 standar. Meski cuma segitu kecepatannya, menurutku sudah lumayan, apalagi dikendarai sendirian. Ngeri. Beberapa kali juga sendiri, mencoba mengejar yang berboncengan, pasti terkejar. Hitungannya gak ngertilah, setidaknya mereka mbetot gas, dan kita cuma mengejar, mencoba menyusul dan itu selalu berhasil sampai melewati. Mulai Old Vixion, Satria F150, atau CBSF kalo berboncengan mereka akan kesulitan mendapatkan kecepatan maksimal. Lha wong tambah berat kok. Tapi kalo satu lawan satu ya terimakasih, ya pasti CS1 kalah lah. lha wong yo cuma 125 cc, mau kencang seperti apa?
Memasuki km 4000 selepas ganti oli (sementara masih setia dengan MPX1) kembali diajak naik gunung. Kali ini lereng Wilis sebelah selatan tujuan kami. Boncengan dengan istri bersama teman-teman grup Kediri, tanpa masalah sampai Air terjun Irenggolo dan Air terjun Dolo. Rute yang lebih membutuhkan power diputaran bawah tetap bisa diatasi si CiS1 kalo kita mampu menahan rpm di torsi maksimal, berarti harus dipantengin di tujuh-delapan ribuan rpm. Ini juga harus dipelajari dan dijadikan sebagai skill khusus cysers yakni menggantung rpm.
Memasuki 5000 km hanya melalui rute 1,9 km jalur lurus rumah – kantor pp saja. Sekali jalan ke Tulungagung terus ke Ngunut. Semakin menunjukkan bahwa motor ini enak buat jalanan antar kota yang lurus-lurus, mulus tanpa tanya tanjakan atau kemacetan. Riding position yang nyaman, handling mantap, power cukup dan stabil di kecepatan tinggi.
Jangan lupa CS1 owner untuk selalu merawat si CiS1 dengan mengunakan BBM tanpa timbal dan beroktan minimal 92 dan selalu ganti oli secara terjadwal maksimal 2000 km. Selalu cek ketegangan rantai, lumasi bila perlu dan lihat juga tekanan udara ban tambah udara jika diperlukan. CS1 terawat insyaallah anda selamat.

Keep Safety Riding.

Posted in My CS1 | Tagged , | 4 Comments

My Ride My Soulmate

my soulmate

Salam berkendara,

Awalnya kendaraan bukan menjadi yang spesial buat aku yang enggak doyan bepergian, namun lama kelamaan, sedikit demi sedikit tapi pasti tuntutan waktu membuat akhirnya berkendara menjadi pilihan utama. Lha kok bisa? ya iyalah. Lha wong kalo naik kendaraaan umum seringnya mabuk perjalanan, mau pake mobil sendiri belum kesampaian punya. mau jalan kaki ya kalo deket kalo jauh, lha dalah.
Bermula dapat Honda SupraX 100 keluaran 2004 yang menemani selama 3 tahun, tapi karena sering ndelosor banyak yang menyarankan ganti tunggangan. sebenarnya kasus SupraX 100 ini mungkin salah weton kalo orang jawa bilang. masalah silih berganti tidak hanya menjungkirbalikkan yang punya. Termasuk terlalu seringnya permintaan pergantian sparepart yang tidak sesuai jadwal 9mungkin karena sering kecelakaan juga) hingga akhirnya harus turun mesin di tahun 2006. Ya sudahlah, terpaksa menyerah untuk berganti kendaraan. Dapat ganti tukar guling dari kakak, Honda KharismaX 125 keluaran 2005. Lumayan, naik kubikasi jadi berasa beda lagi berkendaranya. agak lebih cepet saat berkendara, merasa nyaman dan merasa jadi pengendara. Lama juga menunggangi KharismaX 125 ini, dari 2007 sampai tahun akhir 2012, total 6 tahun menemani. Beda Supra lain Kharisma, kalo Supra sering jatuh, Kharisma aman, nyaman terkendali, meski secara spesifikasi diatas Supra. Si kharisma pun mendapat pengecualian yakni diperkenankan mengkonsumsi ron 92 aka pertamax. Kharisma ini juga yang menemani selama ngejomblo bertahun-tahun, wara-wiri kemanapun hati ingin pergi. Benar-benar teman sehati.
Last but not least, setelah menjadi soulmate lebih kurang enam tahun (kalo menikah sudah punya anak berapa tuh? hehe) akhirnya ada rejeki untuk memperbaruhi tunggangan. Tanya kanan kiri, googling dan baca-review berbagai tulisan, terlintas ingin meminang New Jupiter MX, CS1, SupraX 125, New Blade, Satria F150. Lho kok semua motor bebek? kayaknya aku tahu diri deh, gak pede pake motor batangan. Alasannya? sudah coba OV (karena NVL belum mbrojol), New Mega Pro, Pulsar 180, semua kegedean motor, jadi merasa keberaten, belum lagi kalo bawa istri lebih-lebih bawa anak, HSX125 dan New Blade langsung tereliminasi karena istri sudah pake HSX125 dan New Blade kurang lebih sama. mengerucut pada tiga pilihan NJMX, CS1 dan SF150, wah mesin berdiri semua tuh. Saat tahun 2012 harga kurang lebih berimbang, NJMX 16 juta-an, CS1 17 juta-an dan SF150 18 juta-an (OTR Jakarta). Pertama yang langsung mendapat respon adalah SF150, keluarga gak ada yang setuju, wis tuwek jek arep ngoeng-ngoeng ta? lhah langsung SF150 yang teringini sejak lama langsung tercoret. Alasannya tidak ada yang teknis maupun mekanis, atau desain. Performa yang sudah mumpuni dan terakui itu malah jadi bumerang di kami. Tinggal dua pilihan NJMX dan CS1. kebetulan saudara ada yang sudah beli NJMX jadi bisa coba-coba, dan lumayan. lebih ok dari para bebek sekelas. Bagaimana dengan CS1? wara-wiri ke dealer Honda ternyata di Jawa timur sudah tidak ada yang jualan, disinyalir overprice. Kubikasi 125 tapi harga lebih mahal yang 135 bahkan merepet dengan yang 150. Justru CS1 yang menyita waktu untuk cari tahu, di situs resmi Honda masih terpajang tapi hanya ada di dealer Jabodetabek. Wah barang sudah langka ya. inilah salah satu faktor plus yang membuatku ingin punya. Sedikit demi sedikit NJMX keluar dari pikiran, tertuju ke CS1 saja. semakin lama baca-baca review semakin suka dengan yang satu ini.
Awal bulan sepuluh, melali bantuan saudara di Jakarta, jadilah CS1 resmi dipinang dikirim ke Kediri. Keluarga langsung respon, motor lanang ora wedok ora aka banci, lha koyok satria juga, dst dst. Anyaway barang sudah terbeli, syarat dan ketentuan berlaku. Ya sudah, segera syukuran, berkatan, CS1 resmi jadi tungganganku.

Keep safety riding.

Posted in My Ride | Tagged , | 4 Comments